J E N O Namun suatu hari, gue melihatnya tidak lagi bisa tersenyum, dia terlihat cemas secara berlebihan dan gue tidak tau apa yang terjadi. Namun dia sempat mengirimi gue pesan terkait permintaan berkas pengobatannya beberapa tahun lalu, gue tau ada yang tidak beres tapi gue menunggu dia untuk bicara lebih dulu karena gue tidak memiliki hak untuk memaksanya bicara jika dia memang tidak mau, namun siapa sangka pada hari itu Nabila mendatangi gue dan meminta gue untuk makan bersamanya sekaligus menjanjikan sebuah cerita tentang apa alasan dia terlalu cemas belakangan ini. “Lo ada masalah sama Barga?” tanya gue yang pada saat itu sudah terlanjur penasaran namun Nabila tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana, sehingga gue mengambil inisiatif sendiri

