J E N O Dua jam setelah kejadian di kedai cafe itu, gue masih menemukan Nabila di ruang praktiknya untuk mengecek beberapa pasiennya di hari itu, gue tau bahwa hari ini adalah hari terakhirnya bekerja karena besok dia sudah harus cuti mengingat bahwa dua hari setelahnya merupakan hari pertunangannya dengan Barga. Gadis itu sudah terlihat lebih baik ketika gue mengintip ke dalam ruangan, ya tentu dia sudah terlihat lebih baik, Nabila ‘kan sudah bertemu dengan obat penenangnya jadi gue juga tidak perlu khawatir berlebihan lagi. Tapi sayangnya gue tidak bisa menghilangankan perasaan menyebalkan tersebut. Untungnya jam praktik gue sudah selesai, jadi gue menunggu sampai pasien terkahir Nabila selesai melakukan konsultasinya sebelum akhirnya

