Mereka mendongak menatap lab di tengah hutan belantara, tim tiba lewat beberapa menit meski begitu seorang ayah masih menunggu sang anak untuk menangkapnya atas semua semua kesalahan sehingga bencana zombie/mutan itu hadir. Tiger memegang tangan Esther, mengangguk meyakinkan gadisnya untuk masuk. Pikiran Esther hanya satu bagaimana jika pria berbahu lebar ini tau sang ayahlah dalang dari semua kekacauan yang telah terjadi. Apa cintanya tetap ada atau memilih pergi darinya. Heri memerintahkan anggotanya berada di luar sementara mereka masuk. Langkah Esther terasa begitu berat. Masuk ke sana maka ia harus rela melepaskan ayahnya untuk di hukum atas apa yang dia perbuat. Masalahnya mampukah dia melakukan hal tersebut? Lab terasa dingin di kursi kayu bercorak tampak lelaki setengah baya

