Andi menepuk pundak Jaka yang sedari tadi terisak melihat kepergian Ayu. Dia juga tidak ingin Ayu pergi tanpa mereka tetapi harus bagaimana lagi, tugasnya sebagai perwira polisi harus dilakukan untuk melindungi dan penegakan hukum bagi warga yang membutuhkan. Dan sekarang warga kota jakarta tengah membutuhkan pertolongan dari teror mutan dan juga ubur-ubur. "Udah, mending lo basuh muka deh biar gak kusut-kusut amat." katanya pada Jaka. Pria berlesung pipi itu mengusap wajahnya sedikit kasar, lalu beranjak dari tempat duduk mengikuti perintah sang sahabat. "Jangan lama, kita mau ngumpul lagi." "Hem." Hhh… Jaka menatap wajahnya dari cermin. Bukan pembuktian yang ingin ia perlihatkan pada sang papa melainkan dia ingin menjaga gadis yang ia cintai meski dari jauh, setid

