Terlalu padat untuk terus melaju, Tigerpun berhenti sebentar melihat para mutan seolah tidak membiarkan nya melanjutkan perjalanan mencari sang ayah. Tiger beranjak dari tempat duduk masa bodoh dengan mutan yang masih mengerubuti kendaraannya, tangannya meraih teropong di sana lalu kembali duduk. “Ini beneran Cuma mereka doang? Ngumpul kek lagi arisan, coba kalo gue nikahan gak yakin lo pada ngumpul.” Katanya mencebikkan bibir, tatapannya lurus ke depan tak memperdulikan para mutan dan ubur-ubur yang mengerayap di luaran sana. “Gak ada pergerakan dari siapa-siapa di sini, apa helikopter tadi mereka ya? Kalau emang bener mereka ya Alhamdulillah berarti udah lolos dari sini gak ada yang perlu gue khawatirin selain nyari ayah di antara jutaan mutan di luaran sana.” Monolognya menyimpan ter

