Klek!! Lampu kembali menerangi gedung hipermark, Eshter keluar dari bawah meja lalu mencharger laptop milik Yuda. Bara yang terjaga terkejut melihat lampu menyala, ia pun berjalan ke arah meja di mana terlihat punggung seseorang di sana. Dengan langkah ringan ia melirik jam tangan yang bertengker di pergelangan tangannya. “Jam 5 subuh? Ah, pantas saja anak itu pasti tidak akan diam saja.” Gumamnya meraih kursi di samping Esther lalu duduk. “Jadi ngapain di sini, yang lain aja belum ada tanda-tanda mau bangun. Kenapa bangun sekarang?” katanya bertanya. “Kamu tau saya bagaimana, oyah, Heri mulai bergerak hari ini.” Kata Esther menekan tombol enter dan terlihatlah seorang pria dewasa yang begitu mapan belum lagi setelan army sama seperti mereka walau pangkat berada jauh dari mer

