Chapter : 55

1704 Kata

Karna kejadian tersebut, Esther terbaring lemah di atas kasur Tiger. Pria itu kacau tidak tahu harus membuat apa selain membalut luka Esther menggunakan obat seadanya. Untungnya sebelum membawa gadis itu ke rumahnya, ia sempat mampir ke apotik mengambil beberapa obat dan Juga cairan berharap pertolongan pertama yang ia lakukan membuahkan hasil. Menggenggam tangan Esther, mengecupi punggung tangan gadis itu pun Tiger lakukan. Sesekali membelai pipi pucat dan dingin gadis itu. “Bangun please, aku khawatir sama kamu.” Bisiknya dan sekali lagi ia mengecup punggung tangan Esther. Di tengah kegelisahan dan harapan untuk kekasihnya, perasaan itu kembali lagi dalam diri Tiger. Pegangannya mengerat, matanya berubah merah. Tak ingin mencelakai Esther, ia segera berlari keluar dari sana. Langkah ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN