41

1090 Kata

"Intan, kamu yang sabar ya, semoga masalah rumah tangga kamu bisa segera teratasi," ucap Pandu mencoba untuk menghibur Intan. "Masalah ini akan berakhir jika aku dan Mas Rehan berpisah Mas," lirih Intan menyeka air matanya. "Maksud kamu?" Pandu melotot menatap Intan, ia tidak menyangka jika ternyata Intan berbicara demikian. "Aku nggak sanggup kayak gini terus Mas, aku bisa gila kalau terus-terusan sama Mas Rehan." keluh Intan kembali menangis. Pandu menyodorkan tissue pada Intan, ia tidak tega melihat air mata Intan yang kembali tumpah. Dan di saat bersamaan, Dinda datang ke kafe tersebut bersama dengan Wulan, Wulan lah yang mengajak Dinda pergi untuk minum kopi bersama, Dinda tidak sengaja menangkap pemandangan yang cukup mengejutkan baginya itu. Langkah kaki Dinda terhenti, dan dis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN