Ceklek! Wulan membuka pintu rumah Pandu tanpa permisi atau mengetuk dulu, Pandu sudah seperti saudara laki-laki bagi Wulan, tidak ada tirai penghalang baginya untuk keluar masuk rumah Pandu selama ini. Kedatangan Wulan membuat Pandu sedikit terkejut, saat itu Pandu sedang menikmati secangkir kopi di meja makan, dan melihat kedatangan Wulan yang menatapnya begitu serius membuat Pandu pun terdiam, sampai Wulan tiba di hadapan Pandu dan duduk bersamanya. "Pandu, aku peringatkan sekali lagi sama kamu ya, jangan pernah macam-macam sama Dinda, atau aku akan menguliti mu sekarang juga," Wulan dengan tatapan serius nya mengarah pada Pandu. "Ada apa Wulan, kenapa tiba-tiba kamu berbicara seperti ini sama aku, apa kamu pikir aku sudah gila, sampai mau macam-macam. Wulan, aku menunggu waktu yang c

