"Taraaaa...." Pandu melempar senyum ketika sudah membuka kain penutup Dinda. Dinda pun tersenyum ketika melihat suasana tempatnya berada saat ini. "Mas, kamu menyiapkan semua ini untuk ku?" tanya Dinda menatap wajah Pandu. "Ya, tapi bukan hanya aku, ini semua ide dari Wulan," ucap Pandu yang tidak mau menghilangkan kerja keras sahabatnya itu. "Ya ampun, memangnya ada acara apa, kenapa kalian mempersiapkan semua ini untukku," Dinda tersenyum sambil melihat-lihat suasana yang baru pertama kali ia rasakan itu selama ini. "Karena malam ini aku ingin melamar mu Dinda, aku ingin kamu menjadi istriku." jawab Pandu dengan lantang dan berani. Seketika Dinda terdiam ketika mendengar ungkapan perasaan dari Pandu, ia tidak menyangka jika Pandu akan secepat itu menyatakan keinginan nya untuk menj

