"Halo Intan, ada apa? Kok tumben telpon aku malam-malam?" tanya Pandu pada Intan. "Aku nggak bisa tidur malam ini Mas, nggak tahu kenapa aku dari tadi mikirin kamu, kenapa ya Mas? Setiap kali aku ingin memejamkan mata, aku selalu inget kamu," ucap Intan yang saat itu terlihat begitu ingin sekali berpaling dari Rehan, dan memastikan bahwa perasaan nya itu akan terbalas. "Ya ampun, manis sekali. Tapi apakah kamu tidak takut jika nanti suamimu itu marah Intan? Aku dengar dari Dinda, kalau kamu sudah memiliki suami ya, jadi aku berpikir sebaiknya pertemanan kita cukup sampai dengan pertemanan saja, tidak lebih dari itu." jelas Pandu melempar senyum, ia berusaha menyadarkan Intan dari kesalahannya itu. Mendengar hal itu tentu saja membuat Intan merasa kesal, rasanya ia sangat malu sekali tel

