"Apa kamu tidak percaya kalau Pandu itu adalah calon suamiku? Inta1n, kau bisa tanyakan langsung pada Pandu siapa aku di dalam hatinya, kamu akan menemukan jawabannya. Dan, kenapa memangnya? Kenapa memangnya aku tidak boleh menyebut suamimu di hadapan Pandu, apa kamu selama ini belum menceritakan bahwa kamu itu sudah memiliki suami?" tanya Dinda memancing emosi Intan. "Memangnya apa urusanmu Dinda, aku berkata bahwa aku sudah memiliki suami atau tidak, bukan urusan mu!" celetuk Intan marah. "Kalau begitu silahkan saja. Tapi jangan kamu pikir kalau aku akan membiarkan kamu mengambil alih cinta Pandu untukku, karena aku telah berusaha mengalah padamu saat kamu merebut mas Rehan dariku, aku pergi dan menyingkirkan diriku juga anakku, bahkan anakku sudah tidak mendapatkan hak nya lagi karen

