37

1045 Kata

"Den Arka, kita masuk dulu yuk, Aden kan belum mandi, habis mandi kita sarapan, oke?" bi Iyas mencoba membujuk Arka agar bersedia masuk bersamanya. "Baik Bi." jawabnya dengan patuh. Mendengarnya tentu saja membuat bi Iyas merasa sangat lega, ia dengan cepat membawa Arka masuk sementara Rehan sendiri yang menyaksikan putranya pergi hanya bisa menatap kepergian nya lalu menghilang dari hadapannya. Rehan menatap Dinda, ia kesal karena Dinda tidak melarang kepergian Arka, padahal ia sendiri ingin sekali menegur putranya itu. "Dinda, kenapa kamu nggak larang bi Iyas yang membawa masuk Arka, si!" protes Rehan sedikit kesal. "Untuk apa Mas? Untuk apa aku melarang bi Iyas membawa Arka masuk?" tanya Dinda menatap Rehan dengan serius. "Aku ayahnya Arka Dinda, dan aku sudah lama sekali tidak be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN