“Apa yang sebenarnya terjadi, Ru?” Putik bertanya dengan cemas dan berlinang air mata pada Semeru yang terduduk lesu dengan tangan sudah terborgol. “Maafkan saya, Ma.” Hanya itu yang mampu Semeru ucapkan. “Mama sudah dikirimi foto Aris dan Jemima. Aris terluka parah, Jemima juga terlihat sangat pucat dan kehilangan bayinya. Kenapa kamu bisa setega ini sama mereka?!” Putik berteriak tertahan, mengingat dirinya sekarang berada di kantor polisi. Semeru dilaporkan oleh keluarga Aris dan juga pihak apartemen dengan dakwaan p*********n dan perusakan properti. Saat dibawa ke kantor polisi, Semeru hanya diam saja, tidak melawan maupun membela diri. Dia memang bersalah karena sudah melukai Aris juga Jemima. “Jadi, Jemima keguguran, Ma?” Semeru bertanya lemah. Dadanya seperti dihujam tombak tak