Malam itu Arvin tidak langsung pulang setelah jam kerja usai. Ia menunggu hingga sebagian besar lampu di lantai kantornya padam. Langkah para staf sudah lama menghilang dari lorong. Bahkan suara mesin printer pun tak lagi terdengar. Baru setelah yakin benar-benar sepi, ia menutup pintu ruangannya dan mengunci dari dalam. Laptop kantor tetap tergeletak di meja. Namun Arvin membuka tas kerjanya dan mengeluarkan laptop pribadinya—perangkat yang tidak pernah tersambung ke server kantor. Ia menyalakan hotspot dari ponsel khusus yang hanya digunakan untuk komunikasi pribadi. Nomornya tidak tercatat dalam data perusahaan. Tidak pernah digunakan untuk urusan resmi. Beberapa menit kemudian, file terenkripsi dari detektif masuk melalui saluran aman. Arvin mengetik kata sandi panjang. Folder

