Bab 34

1694 Kata

Mobil Arvin berhenti nyaris terlalu cepat di depan Marigold Cafe. Ia turun begitu mobil terparkir. Langkahnya panjang, wajahnya tegang, jasnya bahkan belum sempat ia rapikan. Beberapa pelanggan yang duduk dekat pintu otomatis menoleh ketika ia masuk dengan aura yang jelas berbeda dari suasana santai kafe itu. Seorang karyawan yang baru melayani pelanggan di meja depan menunjuk ke arah ruang duduk pojok tanpa perlu ditanya. Zahra terlihat di sana. Duduk bersandar di sofa empuk, satu tangan memegang gelas air putih, tangan lainnya bertengger santai di atas perutnya yang bulat. Rambutnya tergerai lembut di bahu, wajahnya yang agak pucat justru terlihat sedikit geli saat melihat suaminya datang seperti hendak menghadapi sidang darurat. Arvin berhenti tepat di depannya. “Kenapa nggak tele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN