Rasa pusing dan lemas yang membuat Windy tak kuasa bangun lebih awal layaknya biasa, membuat wanita itu bertanya-tanya. Windy segera meletakan asal ponselnya sesaat setelah mematikan alarm di sana. Sudah pukul lima pagi, tapi Windy merasa kurang enak badan dan tak kuasa beraktivitas layaknya biasa. Kedua tangan Windy membingkai wajah Sandy yang meringkuk di hadapannya. “Sand … bangun. Salat dulu,” bisiknya. Sandy hanya mendengkus dan sedikit mengulet tanpa perubahan berarti. Membuat Windy memutuskan untuk menepuk-nepuk pelan wajah Sandy. Benar saja, perlahan, kedua mata Sandy terbuka, menatap Windy dengan dahi yang dihiasi kerut tipis. “Salat dulu. Kepalaku pusing banget. Lemes.” Ucapan Windy yang masih dengan suara lirih, sukses membuat Sandy terjaga. Sandy beranjak bangun kemudian me