46~BC-2

879 Kata

“Oya!” Bias tertawa karena sempat melupakan hal tersebut. Namun, jika diingat lagi, penampilan Cinta malam itu benar-benar menakjubkan. Bias sampai tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya, ketika Cinta duduk di sampingnya malam itu. “Aku yang duluan mandi atau kamu?” tanya Bias duduk di sudut tempat tidur dan meraih gaun hitam yang berada di sana. Membentangkannya dan membayangkan Cinta memakainya. “Atau, kita mandi bareng aja biar cepat?” “IDIH!” Cinta sontak bergidik mendengarnya. “Jangan ngarep kamu, ya!” ucapnya lalu merampas gaun hitam di tangan Bias. “Aku yang mandi duluan, biar bisa siap-siap dulu.” “Oke!” Bias terkekeh. Menatap wajah kesal Cinta yang melengos ke kamar mandi. Tidak hanya kesal, Bias pun melihat raut jijik dalam tatapan gadis itu. Namun, tidak mengapa. Bias me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN