55~BC-2

1161 Kata

“Nanti aku yang telpon Altaf,” ujar Bias. “Lagian, kamu itu, kan, bukan karyawan biasa,” timpal Alma sambil mengambilkan nasi untuk Danuar, beserta lauknya sekalian, “jadi, sepertinya nggak akan susah kalau mau ambil cuti.” “Nanti, biar saya yang bicara sama mas Altaf,” ujar Cinta sambil meraih piring milik Bias. Ia juga ikut mengambilkan nasi dan lauk untuk sang suami, seperti yang dilakukan Alma. “Oia, sama satu lagi,” celetuk Bias, “kami belum berencana mau punya anak dulu, jadi, jangan diburu-buru.” Alma kembali menatap Danuar sambil mencebik. “Yah, kita maklumin aja, Pa. Biasa, pengantin baru memang lagi bucin-bucinnya.” Bias menanggapi dengan santai dan tertawa. Tidak seperti Cinta yang terlihat serba salah. “Masalah anak, kalian ajalah yang atur,” timpal Danuar sambil menikmat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN