58~DS-2

1194 Kata

“Dukunmu hebat berarti,” ujar Dinda kemudian bersandar malas pada kursinya, “bolehlah kenalin sama aku.” “Mau melet Altaf?” Dinda mencebik dan mengendik. “Susah, beda alam.” Cinta terkekeh. “Mending sama si Abang. Masih satu alam.” “Gimana kalau sama mas Arif?” “HA!” Kedua mata Cinta sontak terbuka lebar. “Kalian lagi deket?” “Nggak deket juga.” Bibir Dinda mengerucut saat menatap Cinta. “Belakangan dia sering ke kantor. Eh, nggak sering juga. Adalah beberapa kali nemui bang Raksa. Terus, kami ngobrol-ngobrol, nyambung. Sempet tukar nomor hape pribadinya juga. Tapi …” “Tapi apa?” buru Cinta tidak sabar. “Gosip yang aku dapat dari ring satu, dia itu dulu putus sama Nila gara-gara ibunya nggak setuju. Kasta mereka beda!” “Ah!” Cinta langsung teringat dengan sosok Deswita. Wanita yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN