Bias beranjak, menyusul Cinta ke kamar mandi. “Kamunya juga mau.” “Hmm.” Cinta membuka blousenya dan melempar ke keranjang kotor. Ia menghabiskan jarak dengan Bias dan mengalungkan satu tangan di leher sang suami, menariknya, “ingat, kata dokter pelan-pelan dan jangan terlalu lama,” bisiknya dengan bibir nyaris menyentuh telinga Bias. Bias terkekeh singkat, tangannya dengan cepat melingkari pinggang istrinya. “Pelan-pelan bisa … tapi kalau jangan terlalu lama … aku nggak janji.” ~~~~~~~~~~~~~~ “Sorry kalau ganggu waktumu,” ujar Bias saat pelayan yang mencatat pesanan mereka telah pergi, “tapi, ada yang mau aku sampaikan dan nggak bisa ditunda.” Bias mengeluarkan ponsel. Membuka galeri foto lalu menyodorkannya pada Altaf. “Usianya lima minggu. Jadi, aku minta jangan bebani Cinta denga

