73~BC-2

970 Kata

“Banyak maunya.” “Mau babymoon, nggak?” “Maulah!” Bias segera mengeluarkan ponsel sambil geleng-geleng, saat mendengar suara Cinta mulai naik satu oktaf. “Nih, nih! Aku telpon dia sekarang juga!” ~~~~~~~~~~~~ “Aku, tuh, males sebenarnya jenguk pak Kiano.” Cinta kembali melempar protes pada Altaf. Enggan keluar, meski mobil yang dikendarai pria itu sudah berhenti di parkiran. “Ayolah, Cin.” Altaf kembali membujuk adiknya. Ia berharap, hubungan Kiano dan Cinta bisa berangsur-angsur membaik. Setidaknya, mereka bisa kembali berbicara dengan tenang, meski kedekatan keduanya tidak akan pernah sama seperti dulu. “Atau begini aja, anggap kamu lagi besuk atasanmu.” “Nggak segampang itu juga.” “Paling nggak, tepati janjimu,” ujar Altaf mengingatkan perihal permintaan Cinta, “kamu pernah mint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN