74~BC-2

983 Kata

Bias sontak menoleh pelan. Melihat Cinta yang melipat bibir, seolah sedang menahan tawa. “Mancing kamu, ya?” Tangan Bias terulur cepat dan mencubit gemas pipi istrinya. Meski hatinya masih tidak karuan, tetapi senyum tipis akhirnya terbit di wajah Bias. Cinta mencebik. “Gituan aja, langsung mood-nya berubah secepat kilat.” Bias terkekeh. “Ya gimana lagi, cuma itu obatnya.” “Sudah bisa nyetir sekarang? Udah tenang?” Bias menggeleng, membuang napas besar dari mulutnya. “Aku masih … aku jadi khawatir kamu kenapa-napa. Kalau kamu nggak hamil, aku yakin kamu pasti sudah jambak-jambakan sama Cia. Tapi ini … aku jadi nggak tenang kalau kamu lagi di luar. Gimana kalau untuk sementara kamu di rumah aja?” “Ya bosanlah kalau di rumah aja.” “Atau gini, aku minta Vanya jadi asisten kamu,” usul B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN