89~BC-2

812 Kata

“Ah … itu dia.” Bias meletakkan album foto tersebut di nakas, lalu mengusap perut Cinta yang duduk bersandar di kepala ranjang. Sebenarnya, kondisi Cinta sudah terlihat baik-baik saja. Namun, Bias belum mengizinkan istrinya untuk pergi ke kantor. Ia khawatir, Cinta tiba-tiba stres karena terlalu banyak pikiran. “Biar aku yang ke Bali sendiri,” ucap Bias, “nanti–” “Enak aja!” seru Cinta menepuk pelan punggung tangan Bias di perutnya, “ke mana pun kamu pergi, aku ikut! Apalagi ke Bali! Nggak mungkin aku nggak ikut. Kita ke dokter dulu hari ini, minta surat biar bisa terbang.” “Cin–” “Aku nggak papa,” ucap Cinta tegas, “aku sudah sehat. Apalagi kalau diajak ke Bali lagi, pasti tambah sehat akunya.” Bias tertawa melihat istrinya yang begitu bersemangat pergi ke Bali. Aura lesu yang mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN