96~BC-2

902 Kata

“Jangan menyudutkan aku, karena kamu juga melakukan hal yang sama dengan Cinta!” “Hah!” Briana tertawa sumbang seketika. Tanpa sadar, Kiano telah mengakui perbuatannya pada Ranti. Ternyata benar dugaan Briana, obat tidur yang diminta oleh Kiano digunakan untuk mencelakai istrinya. “Ternyata, kamu pun srigala berbulu domba! Nggak! Kamu bahkan lebih kejam dan licik dari aku!” Kiano terdiam, memalingkan wajah. Mengumpat dalam hati karena telah terpancing ucapan Briana. “Lebih kotor dari aku!” desis Briana masih melanjutkan ucapannya. “Dan aku melakukan itu semua demi kamu dan Cia!” Kiano membela diri dan tidak mau dipojokkan seperti itu, “akui saja, setelah kematian Ranti, kamu juga ikut menikmati hartanya, kan? Kamu bisa kembali hidup seperti dulu. Jadi ratu dan hidup bergelimang harta!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN