99~BC-2

701 Kata

“Mas Al, ngelaporin papa?” tanya Farhan bingung, “memangnya, apa yang–” “Apa yang sudah papa lakuin?” sambar Ciara tidak sabar dan mengambil alih pertanyaan adiknya. “Kenapa harus dilaporkan?” “Nanti kuberi tau setelah selesai buat laporan,” ucap Altaf tidak bisa menjelaskannya saat ini, “dan tadi pagi, papa sudah pergi dari rumah bawa koper. Setengah jam yang lalu, bibik bilang papa belum pulang. Dan sekarang, hapenya nggak aktif. Jadi, aku yakin kalian sudah bisa menebak, kenapa papa menghilang?” Farhan terantuk. Menutup wajah, lalu mengusapnya dengan kasar. Setelah mamanya, kini papanya pun tersandung kasus hukum. Lengkaplah sudah beban yang akan dipikulnya seumur hidup sebagai anak narapidana. Ciara menggeleng keras, tidak bisa menerima pernyataan Altaf sepenuhnya. “Pasti salah pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN