101~BC-2

947 Kata

Bibir Cinta tetap mengerucut saat Bias menarik tangannya. Tunggu saja, ia akan membalas perbuatan Bias barusan setelah mereka berada di kamar. “Semua ini demi keselamatanmu,” ucap Danuar menunjuk menantunya. “Aman, Al?” tanyanya kemudian beralih kembali pada Altaf. Pria itu terlihat kusut, seolah semua beban menumpuk di pundaknya. “Aman, Om,” jawab Altaf disusul dengan helaan panjang. “Mau bagaimana lagi? Semua harus dijalani, kan?” “Mas, aku nggak tau ini ide bagus atau nggak,” celetuk Bias merasa iba melihat Altaf, “tapi, keluarga Sadhana sama Wisesa lagi ada di Jakarta. Mereka itu orang-orang yang berkecimpung di dunia properti di Bali. Memang pemain baru, tapi aku bisa pastikan modal mereka besar. Kalau mau–” “Aku mau,” jawab Altaf tanpa pikir panjang. Segala cara akan ia coba, aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN