103~BC-2

940 Kata

Dinda mengangguk. Tiba-tiba saja, hawa di sekitarnya menjadi panas dan canggung. Ranu pasti sudah salah paham, karena telah melihatnya berdua bersama Altaf. “Kami berempat, nggak cuma berdua,” ucap Dinda segera meluruskan hal buruk yang mungkin saja muncul di benak Ranu, “Cinta lagi ke toilet sama Vanya. Perutnya mules.” “Oh, iya.” Ranu memegang lengan Altaf. “Aku pinjam Mas Altaf bentar, ya. Ada yang mau kami obrolin.” “Ambil aja,” ucap Dinda enteng, “eh, dibawa aja maksudnya.” “Makasih, ya.” Ranu mengangguk. “Pergi dulu.” “Aku tinggal dulu, Din,” pamit Altaf segera berdiri lalu pergi bersama Ranu. Sementara Dinda, hanya bisa diam dan melihat kedua orang itu pergi dari kafe sambil menikmati es latte-nya. Tidak lama kemudian, Cinta dan Vanya datang dengan tatapan tanya. “Ke mana Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN