16~BC-2

748 Kata

“Lumayan, tapi belum cukup juga kayaknya.” “Sahammu ada yang turun?” “Ada.” Cinta memajukan bibir. “Saham otomotifku turun banyak. Digempur mobil Cina.” “Makanya aku nggak berani nyentuh saham,” ujar Dinda kembali menatap lurus ke depan. “Mending inves RD* aja. Suka jantungan kalau lihat yang merah-merah gi ... air Raksa lewat,” bisiknya sambil menyenggol lengan Cinta. Cinta mencebik. Menatap pria dewasa nan tampan yang berada di ujung ruang, tetapi tidak lagi bisa dijangkau olehnya. “Dia sukanya kamu, bukan aku.” “Tapi aku sukanya sama kakakmu,” ujar Dinda memberi cengiran pada sahabatnya. “Tapi kakakmu, nggak suka sama aku.” “Sama air Raksa ajalah, Din,” sahut Cinta. “Dia itu green flag banget, nggak kayak Altaf. Nggak punya otak!” “Emang kamu nggak cemburu kalau aku terima cintan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN