“Dan rumah yang ditempati sekarang itu, adalah rumah mamamu,” lanjut Bias memastikan. Cinta mengangguk. Bersandar lelah dan menatap langit-langit ruangan tersebut. “Dulu, perusahaan itu namanya Graha Jati, punya kakek,” terang Cinta. “Tapi nggak lama setelah kakek meninggal, papa yang ambil alih dan diubah jadi Naraland. Katanya biar lebih menarik dan gampang diingat.” “Sorry kalau kasar, tapi, yang kaya adalah kakekmu? Ayahnya mamamu?” “Yap!” Cinta mengangguk dan tatapannya masih sama. “Pak Kiano dulu cuma karyawan kakek yang akhirnya nikah sama mama. Dan bisa-bisanya orang itu mungut Briana sama anaknya ke rumah.” Cinta menoleh cepat pada Bias. “Nggak usah marah kalau aku bilang pacarmu itu dipungut sama pak Kiano, karena kenyataannya memang begitu.” “Heh! Pak Kiano itu papamu juga

