20~BC-2

704 Kata

“Aku bantu, tapi dengan syarat jangan pernah lagi mengganggu hidup Cia.” Cinta tersenyum miring sambil memakai tas ranselnya di depan d**a. “Bilang itu ke Cia, bukan ke aku karena aku nggak pernah mau peduli dengan urusan dia.” Cinta buru-buru membuka pintu mobil, saat melihat seseorang telah keluar dari parkiran motor. “Aku masuk dulu, Bi. Sekali lagi makasih dan hati-hati di jalan.” “Oke!” Bias mengangkat singkat tangannya pada Cinta. Menunggu gadis itu masuk lebih dulu, barulah ia akan pergi dari sana. Akan tetapi, Cinta justru berhenti dan tampak beramah tamah lebih dulu dengan security gedung. Karena itulah, Bias melepas rem tangannya lalu mulai menginjak gas dengan perlahan. Sambil jalan, Bias kembali melihat Cinta melalui kaca spionnya. Gadis itu tersenyum lebar tanpa beban, pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN