“Enggak.” Danuar menggeleng dan terkekeh ringan mendengar respons negatif dari Kiano. “Cinta sangat baik. Yang mau saya bahas di sini adalah, saya dan istri mulai keberatan melihat jam kerja Cinta yang nggak menentu itu. Jadi, saya mau dia resign dan bekerja di Naraland. Beri dia posisi yang pantas di perusahaan ini.” “Posisi …” Kiano menganguk-angguk dengan perlahan. Banyak spekulasi yang berputar di kepala karena Cinta. Dari Altaf yang tiba-tiba ingin menyerahkan rumah pada pada gadis itu itu, kemudian Danuar datang untuk meminta posisi bagi Cinta. Sebenarnya, apa yang telah Cinta lakukan saat ini? “Ya benar!” seru Danuar tidak lepas mengamati ekspresi Kiano. “Nggak perlu sampai menempati posisi direktur seperti Altaf, karena pengalaman Cinta di Naraland juga belum ada. Bapak nggak k

