“Mbak Cinta, Bu,” jawab Sumi sambil membersihkan kitchen island. “Semua yang ada di meja, Mbak Cinta yang bikin. Saya cuma bantuin goreng.” “Jam berapa dia ke dapur?” “Nggak tau, Bu.” Sumi menggeleng. “Saya ke dapur setengah lima, adonan kentang sama martabaknya sudah jadi. Mbak Cinta ditanya cuma senyum aja.” Alma kembali menatap meja makan. Memangku wajah dengan satu tangan. Jangan-jangan, telah terjadi sesuatu antara Bias dan Cinta tadi malam. Mungkinkah, mereka berdua sudah ... “Kenapa aku dibangunin pagi-pagi?” Kalimat Bias memecah lamunan Alma. Dengan wajah bantal, putranya itu menarik kursi yang berseberangan dengan Alma, lalu duduk dengan malas di sana. “Ini hari minggu,” sambung Bias lalu menguap sebentar. “Libur, Ma.” “Tidur di mana Cinta tadi malam?” Kantuk Bias hilang s

