24~BC-2

1146 Kata

“Aku yang ngasih tau.” “Cintaaa … kenapa? Kenapa kamu kasih tau dia?” Dinda menggeram geregetan. “Aku capek, Din.” Cinta menghela besar. “Aku udah sampe di titik … ya udahlah. Lepasin aja semuanya.” “Cin–” “Aku capek berjuang sendiri.” Hati Dinda mencelus seketika. Ia mungkin tidak berada di posisi Cinta, tetapi, sedikitnya Dinda bisa mengerti apa yang dirasakan dan dilalui gadis itu. Karena itulah, tanpa mau menghakimi dan mengoceh panjang lebar, Dinda memeluk Cinta dengan erat. “It’s okay,” ucap Dinda menepuk-nepuk punggung Cinta. “Kamu masih punya aku dan pintu rumahku selalu terbuka buat kamu.” “Makasih.” “Jadi …” Dinda mengurai pelukannya. “Kapan mau balik ke rumahku?” “Setelah aku dapat uang dari Altaf,” jawab Cinta. “Mungkin besok malam aku sudah tinggal di rumahmu.” “Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN