“Tapi, Cin.” Langkah Dinda terhenti ketika melihat pria yang berjalan cepat ke arah mereka. “Itu … Bias.” Tatapan Cinta tertuju datar pada pria itu. Menunggu apa yang akan dilakukan Bias, jika pria itu memang datang untuk menemuinya. Siapa tahu saja, Bias datang ke kantor Cinta karena diundang untuk menjadi salah satu bintang tamu di sebuah acara. “Aku mau bicara,” ucap Bias saat sudah berhenti di depan Cinta. “Tapi aku nggak,” jawab Cinta. Ternyata, kedatangan pria itu memang untuk mencari Cinta. “Aku juga sebenarnya sudah nggak mau bicara sama kamu, Cin,” ujar Bias berusaha tetap tenang, karena mereka berada di area publik. “Tapi …” ucapan Bias menggantung. Ia melihat gadis yang berdiri di samping Cinta. Bias sudah tahu siapa gadis itu, karena pernah menyelidikinya. “Pergi,” titah

