“Ma–” “Diam!” Alma mengangkat telunjuknya pada Bias. “Kalian berdua tau, ini bukan cuma masalah cerai terus selesai. Nggak … nggak begitu konsepnya!” “Tapi Mama sudah tau, kan, kalau Cinta sudah bohongin kita semua,” protes Bias tidak terima. “Dia yang jebak aku dan–” “Jangan lagi bicarakan masa lalu, karena yang sedang kita bahas adalah masa sekarang dan yang ada di depan!” Alma menatap tajam pada Bias. “Sampe detik ini, Mama masih ngerasa malu karena skandal yang terjadi waktu itu. Terus, sekarang kalian berdua justru mau nambah masalah? Kalian mau bikin Mama stres? Depresi? Atau stroke sekalian? Begitu?” “Nggak begitu, Ma.” Bias jadi serba salah sendiri. “Tapi, Mama, kan, tau sendiri kalau pernikahan kami itu … terpaksa. Kami nggak pernah saling cinta.” “Cinta kamu bilang? Memangny

