28~BC-2

1181 Kata

“Sebentar lagi,” jawab Bias sambil melihat jam tangannya. “Papa sudah berangkat?” Alma mengangguk. “Baru keluar sama Yosep.” Bias membuang napas berat. Hatinya masih saja terasa sesak, karena keputusan sepihak kedua orang tuanya. Setelah ini, situasinya dengan Ciara pasti akan semakin rumit. Kekasihnya itu pasti akan kembali bersedih jika Bias mengatakan ia tidak jadi bercerai dengan Cinta. “Cinta ke mana?” “Masih di atas,” jawab Bias menghampiri mamanya. Duduk di sebelah wanita itu. “Dia lagi nunggu kurir. Ngirim balik baju-bajunya ke sini.” “Denoook,” panggil Alma sambil meraih dasi Bias. Dengan cekatan, Alma membuka belitan dasi tersebut dan menariknya dari leher putranya. “Mama ini kenapa, sih?” “Buka jasmu!” titah Alma kemudian, tanpa memedulikan pertanyaan Bias. “Buruan buka.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN