“Dan bagaimana dengan lampu?” “Ada lampu tidur di sebelahmu.” Bias menunjuk sebuah lampu tidur di atas nakas. Di sisi Cinta. “Kita sedang mencoba untuk berdamai. Kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan ruangan yang separuh gelap dan aku pun sebaliknya. Jangan protes, karena kita sedang sama-sama berjuang untuk menjalani kehidupan selama 10 bulan dengan tenang.” Cinta tidak memiliki pilihan lain, selain berdamai dengan Bias. Jika pria itu sudah mau berusaha, mengapa Cinta tidak? “Hm.” Cinta mengangguk, kembali meneruskan langkahnya menuju walk in closet. “Tidurlah duluan. Masih ada yang harus aku kerjakan.” Sebenarnya, Bias ingin bertanya perihal pengunduran diri gadis itu. Namun, melihat wajah malas dan datar Cinta ketika bicara dengannya, Bias pun mengurungkan niatnya. Entah seperti

