“Aku nggak enak kalau cuma nganggur di rumah,” ujar Cinta beralasan. “Rasanya seperti jadi beban. Lain kasus misal kita cuma tinggal berdua, aku pasti di rumah aja, nggak ke mana-mana sampai awal bulan.” “Dan di mana rumah Dinda?” “Rumahnya di daerah …” Cinta menggantung ucapannya karena ponselnya berdering. Begitu melihat nama Raksa di sana, ia pun tersenyum kecil dan segera menerimanya. “Pagi, Bang. Abang nggak lupa, kan, kalau per hari ini saya sudah nggak di SM?” Senyum Cinta tersemat semakin lebar saat mendengar tawa Raksa di ujung sana. “Nggaklah, nggak mungkin lupa.” Cinta terkekeh pelan. “Terus, Abang ngapain nelpon?” “Nothing.” jawab Raksa. “Cuma, saya barusan lihat story-nya Dinda dan … selamat ulang tahun, ya. Harusnya, kita rayain di kantor semalam, sekaligus farewell par

