Pagi ini, Cinta tampak memesona. “Baju baru?” tegur Bias kembali merasa canggung setelah obrolannya tadi malam dengan Cinta. “Dibeliin mama,” jawab Cinta dengan anggukan. “Baju rumahku sekarang modelnya begini semua.” “Bagus, kok.” “Bagus?” Cinta berhenti di depan meja rias. Melihat pantulan dirinya dari cermin dan merasa ada yang aneh. “Kayak bukan aku.” “Kamu cuma belum terbiasa.” “Eh, tapi, tumben kamu sudah bangun jam segini?” Cinta duduk di kursi meja rias. Memakai pelembab wajahnya sambil menatap Bias. Menunggu pria itu menjawab pertanyaannya. “Tidurku nggak nyenyak.” Bias meregangkan tubuhnya sebentar, lalu berbalik memunggungi Cinta. Ia mengambil ponsel di nakas dan membuka layarnya. Bias melihat notifikasi yang masuk, lalu membaca pesan-pesan yang belum ia buka. Rasanya, h

