“Kakaknya Cinta, mas Altaf,” jawab Dinda dengan bibir mengerucut karena masih kesal sekaligus deg-degan karena ulah Raksa. “Dia ngapain ke sini?” “Emm, nyari Cinta. Kebetulan dia lagi ada di sekitar sini, jadi mampir.” “Nyari Cinta.” Raksa mengerutkan dahi. Sepertinya, Cinta tidak hanya memiliki masalah dengan Bias, tetapi juga dengan kakaknya sendiri. “Dia nggak tau kalau adeknya sudah resign?” Dinda melipat bibirnya lagi. Ia kembali salah bicara. “Emm … Bang, saya harus nyerahin hasil liputan ke mbak Mufi. Ke atas dulu, ya, Bang.” ~~~~~~~~~~~~~~~ Sungguh bukan sebuah situasi yang Altaf harapkan. Ketika ia sampai di rumah, Altaf melihat Ciara tengah menangis di pelukan Briana. Tidak perlu ditanya pun, Altaf sudah tahu penyebabnya. Bias telah mengakhiri hubungannya dengan Ciara. “E

