“Aku nggak bela Cia,” bantah Altaf. “Aku cuma–” “Kalian semua cuma tau kalau Cia itu baik,” sela Cinta menatap garang pada Ciara yang hanya diam di tempat dan masih memegang pipinya. “Tapi, kalian nggak tau, kan, jeleknya dia? Sejak awal dia tinggal di sini, semua barang-barang milikku yang dia pinjam selalu kembali dalam keadaan rusak.” Cinta menunjuk tajam pada Ciara. “Dulu, aku juga nggak pernah dorong dia dari tangga, tapi dia jatuh karena kecerobohannya sendiri. Kami memang bertengkar, tapi aku nggak pernah dorong dia sama sekali. Dan kalian, lebih percaya omongan Cia tanpa mau mendengar omonganku.” “Dan apa kalian tau!” Telunjuk Cinta kemudian mengarah pada Briana. “Di hari kalian semua ada di rumah sakit karena Cia jatuh dari tangga, ular itu pulang ke rumah dan ngurung aku di ka

