Luka-luka itu mungkin tidak akan hilang sepenuhnya. Namun, setidaknya ada kesempatan untuk menyatukan kembali apa yang sudah tercerai-berai. Altaf tahu, jika terus terjebak pada pertanyaan siapa yang salah dan siapa yang benar, mereka hanya akan saling menyalahkan tanpa ada penyelesaian. “Sudahlah, aku mau siap-siap ke kantor,” ujar Altaf kembali menatap papanya. “Aku minta, perbaiki apa yang harus diperbaiki. Dan aku nggak mau ikut campur dengan urusan Papa sama tante Briana. Ah, iya, mulai hari ini aku tinggal di apartemen dan nggak akan satu rumah dengan kalian berempat. Jadi, selesaikan semuanya tanpa melibatkan aku! Dan satu lagi, kalau ada yang buat masalah dengan Cinta, kalian langsung berhadapan denganku! Ingat itu!” ~~~~~~~~~~~~~~ “Jangan ngomel terus karena aku sedang nyetir,

