72. Pembalasan

2785 Kata

'Aku harus memberi obat penenang pada Kiara, agar aku bisa membawanya ke rumah sakit dan dia cepat mendapatkan perawatan,' gumam Dokter Agung, seraya mengeluarkan alat berbentuk suntikan dari saku jasnya. Lalu dengan langkah cepat, Dokter Agung menghampiri ranjang kemudian menyuntikkan obat penenang itu ke lengan Kiara. Kiara terus saja menggeliat, seraya memegangi tubuhnya sendiri. Dokter Agung, yang sudah menganggap Kiara putrinya sendiri mulai mengambil seragam Kiara dan memakaikannya ke tubuh Kiara. Tidak ada napsu dalam diri Dokter Agung, sebab ia menganggap Kiara bukan sebagai wanita yang ia cintai melainkan seorang putri. Sebagai seorang Dokter, Dokter Agung telah terbiasa melihat salah satu pasiennya dalam kondisi bajunya terbuka ketika ia tengah memeriksanya. Tidak sampai se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN