“Kita percepat pernikahan kita. Lagi pula, kita sepakat buat hanya ijab kabul. Asal sah secara agama dan hukum.” “Apa, kamu ingin resepsi? Mau di mana? Resepsi bisa nyusul.” “Apa yang kamu alami bikin aku merasa sangat bersalah.” Suara lirih Dika menjadi satu-satunya suara yang terdengar di sana. Di kamar Ayana yang ada di rumah dinasnya. Kemarin malam, setelah siuman, Ayana langsung diboyong pulang ke rumah. Dika mengambil alih semua tugas sekaligus tanggung jawab Ayana. Ibu Lastri dan Alessya juga Dika boyong menggunakan taksi online. Sementara Dik yang memakai motor, mengikuti di belakangnya. Kini, keputusan baru saja tetapkan. Dika yang sampai memasak untuk Ayana mantap dengan keputusannya. Bahwa mereka akan mempercepat rencana pernikahan mereka. Lusa menjadi watu yang Dika pilih