42. Lupakan, Ikhlaskan!

1043 Kata

“Oum!” lembut Alessya menyapa Dika yang datang ke rumah Atlantis berada. Rumah yang berada persis di sebelah rumah baru Ayana itu masih disertai Alessya. Ibu Lastri gagal membawa pulang sang cucu. Sebab Alessya masih betah bersama papanya. “Om, te tini?” ucap Alessya benar-benar manja kepada Dika. Hati Atlantis seolah teriris menyaksikan pemandangan di hadapannya. Bukan karena putri semata wayangnya diperlakukan semena-mena apalagi sampai dilukai secara sengaja. Sungguh bukan itu. Sebab perhatian dan ketulusan Dika kepada Alessya menjadi alasannya. Dika yang baru datang, tak segan berlutut di hadapan Alessya. Setelah menguncir ulang rambut Alessya menjadi dua dan tinggi, Dika juga merapikan pakaian Alessya. Sekitar bibir bocah gemoy itu juga Dika sapu dengan tisu kering, dan Dika ambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN