Bab 13

1047 Kata

Pagi itu, Nina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Ia meletakkan tas, menyalakan laptop, lalu menatap layar tanpa benar-benar membaca apa pun. Pikirannya melayang ke hal-hal kecil yang seharusnya tidak penting. Seperti cara Arya diam saja saat ia ketus. Atau bagaimana pria itu tidak pernah memaksakan percakapan. Atau bagaimana kehadirannya tidak mengganggu, tapi juga tidak bisa diabaikan. “Nina.” Suara Tomi membuyarkan lamunannya. Ia berdiri di depan meja, kali ini tanpa tablet. “Kamu datang cepat,” lanjutnya. “Biasa,” jawab Nina. “Ada apa?” “Ada perubahan jadwal. Arya minta kamu ikut site visit ke proyek baru. Hari ini.” Nina mendongak. “Hari ini?” “Iya. Jam sebelas. Mobil sudah disiapkan.” Nina menghela napas pelan. “Kenapa harus aku?” “Katanya supaya cepat. Keputusan lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN