Bab 27

1078 Kata

Nina menutup pintu ruang kerjanya dengan satu helaan napas panjang. Udara di ruangan itu terasa lebih berat dari biasanya, seolah setiap dinding menyimpan sisa percakapan yang tak selesai. Ia berdiri beberapa detik di depan jendela besar yang menghadap ke jalan utama, menatap lalu lintas yang bergerak tanpa peduli pada kekacauan kecil di kepalanya. Di balik kaca itu, dunia tetap berjalan rapi, sementara pikirannya berantakan oleh terlalu banyak kemungkinan. Ketukan pelan terdengar. “Masuk,” ucap Nina tanpa menoleh. Tomi masuk dengan tablet di tangan, langkahnya tenang seperti biasa. Sebagai sekretaris, ia sudah terbiasa membaca perubahan suasana hati Nina bahkan sebelum kata-kata keluar. Wajahnya datar, profesional, tapi sorot matanya menyimpan kewaspadaan. “Bu Nina, saya sudah susun u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN