“Lepaskan tangan istriku, atau kamu mau mendekam di penjara!” Suara Devan dengan lantang saat mendekat ke arah Fania. Devan yang tadinya sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya. Ia dibuat gelisah karena istrinya tak kunjung datang. Akhirnya, ia berinisiatif mencari Fania. Namun, tidak disangka saat ia akan menuju ke arah lift ke lantai lima yaitu ruang rias berada. Pandangannya langsung menatap ke arah lorong, di mana ia melihat secara langsung tangan istrinya dicekam oleh pria yang beberapa bulan lalu telah mengusik istrinya di kampus. Devan pun langsung mendekat dan mengancam pria itu siapa lagi kalau bukan Riko. Riko yang mendengar ancaman dari Devan. Dia pun langsung melepas pergelangan tangan mantan kekasihnya itu. Fania berlari mendekat ke arah Devan dan memeluk tubuh suam

