Bab 88 - Jemput Paksa

1285 Kata

Aurora turun dari mobil dengan langkah ragu. Pintu pagar sudah tertutup rapat di belakang mobil Ayah tirinya yang perlahan menjauh. Ia menghela napas, lalu membuka pintu rumah dengan kunci yang masih ia simpan. Begitu masuk, Aurora langsung merasakan kejanggalan. Rumah itu sunyi. Terlalu sunyi. Biasanya ada suara langkah ART, dentingan piring dari dapur, atau setidaknya televisi yang menyala. Namun sekarang, tak ada apa pun. Aurora menaruh sepatunya, menoleh ke kanan dan kiri. “Mah?” panggilnya pelan. Tak ada jawaban. Ia melangkah lebih dalam, melewati ruang tamu, lalu ruang keluarga. Sofa tertata rapi, tak ada tanda-tanda aktivitas. Aurora berjalan ke dapur. Bersih, kosong, kompor mati. Ia membuka pintu kamar Mamahnya. Ranjang sudah dirapikan sempurna, lemari tertutup, seperti kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN